Your Presence… Matters…

Posted on Posted in Love, Others

Seorang pendeta bernama Craig Groeschell pernah mendapat kabar bahwa anak perempuan dari seorang keluarga di gerejanya telah meninggal dunia. Setelah ia mendapatkan kabar tersebut, ia langsung bergegas ke rumah sakit untuk menemui keluarga ini. Di monil, ia berdoa kepada Tuhan agar Tuhan memberikan kata-kata yang tepat untuk menguatkan keluarga ini.
Setelah Craig masuk ke dalam ruangan dan melihat anak perempuan yang sudah meninggal itu, ia tidak dapat berkata apa-apa. Ia tidak dapat menahan air matanya, dan ia ikut menangis bersama seluruh keluarga yang hadir disana. Craig merasa ia harus melakukan sebuah tindakan pastoral, sehingga ia mencoba untuk berdoa untuk keluarga itu. Craig mengatakan bahwa itu adalah doa terlemah yang pernah ia ucapkan, dia begitu sedih dan tidak tau harus mengatakan apa. Ia merasa doa nya terdengar seperti tidak ada kuasanya, dan ketika ia pulang ia begitu kecewa dengan diri nya sendiri.
Namun, beberapa minggu setelah itu, keluarga ini mengirimkan sebuah surat kepada Craig. Mereka mengatakan: “Ketika kamu masuk dan menjenguk anak kami pada hari itu, kami merasa kasih Tuhan juga sungguh masuk dan menjenguk anak kami.” Lalu di tengah-tengah surat yang panjang itu, mereka menuliskan: “Semua kata-kata yang kamu ucapkan hari itu sangatlah sempurna.”
Craig terdiam ketika membaca kalimat itu… “Aku bahkan tidak mengatakan apa-apa. Kalimat yang keluar dari mulutku pada hari itu kayanya hanyalah satu doa itu saja. Doa yang menurutku sangatlah menyedihkan isi kalimat-kalimat nya.”
Dan disana Craig tersadar, kehadiran dia pada hari itu adalah bentuk kasih yang jauh lebih besar dibandingkan kata-kata indah mana pun yang bisa dia ucapkan kepada keluarga itu.

God didn’t shout His LOVE from heaven.
But He showed His LOVE on earth.

God became flesh in the person of Jesus Christ. Tuhan alam semesta menjadi manusia dan hidup di tengah-tengah manusia untuk mendemonstrasikan kasihnya kepada dunia. Tuhan bukan hanya menunjukkan kasih-Nya melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan-Nya. Dia mendemonstrasikan kasih terbesar-Nya bukan dari sekedar kalimat indah, tetapi dari kehadiran dan pengorbanan-Nya untuk kita semua.

“The Word became flesh and made His dwelling among us. We have seen His glory, the glory of the one and only Son from the Father, full of grace and truth” (John 1:14).

Add Friend